Komputer DNA, Masa Depan Komputasi

Komputer berbasis DNA

Komputasi dan Komunikasi
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Komputer yang kita pakai semakin hari semakin cepat dalam memproses data. Demikian kuatnya, sehingga satu ponsel cerdas yang telah tersedia dalam harga sangat murah hari ini, sebenarnya sudah lebih kuat daripada gabungan komputer super yang dipergunakan NASA untuk meluncurkan misi pendaratan ke bulan. Sebagai perbandingan, sistem komputer yang dipasang pada Apollo 11, roket yang mendarat di bulan itu, memiliki RAM 64 kilobyte dan beroperasi dengan kecepatan 0.043MHz. Namun batas kecepatan komputer berbasis silikon akan segera tercapai. Para ahli pun bekerja keras mencari pengganti silikon sebagai bahan dasar pembuatan "otak" komputer.

Ide untuk menjadikan DNA sebagai bahan dasar pembuatan prosesor komputer pertama kali diajukan oleh Leonard Adleman, seorang pakar komputasi dari University of Southern California. Adleman berhasil membuat sebuah komputer sederhana dengan bahan dasar DNA, yang dapat menyelesaikan persoalan matematik yang disebut "Travelling Salesman"--sebuah problem optimisasi, untuk mencari jarak terdekat dari sebuah rangkaian perjalanan.

Tiga tahun sesudahnya, para ilmuwan dari University of Rochester berhasil membuat gerbang-logika berbahan dasar DNA. Gerbang logika adalah kunci bagi penggunaan bahasa biner, yang sekarang menjadi bahasa dasar komputasi. Jika gerbang-logika ini dapat ditanam ke dalam sebuah chip DNA, komputasi DNA akan dimungkinkan.

Ada dua keuntungan dasar dari penggunaan DNA sebagai bahan dasar proses komputasi. Yang pertama adalah kemampuannya dalam penyimpanan data. Dengan DNA sebagai bahan dasarnya, prosesor berukuran 1 cm kubik akan dapat menyimpan data sebesar 1 terabyte dan melakukan 10 trilyun komputasi per detik. Sebagai perbandingan, komputer super tercepat di dunia saat ini, Tianhe-2 (Bima Sakti-2) yang diproduksi oleh Universitas Teknologi Pertahanan Nasional Tiongkok, "hanya" mampu mencapai kecepatan 33.000 trilyun komputasi per detik walaupun ditenagai oleh 80.000 prosesor Intel Xeon dan Xeon Phi.

Keuntungan kedua adalah kemampuan prosesor DNA untuk melakukan perhitungan secara paralel. Komputer silikon hanya mampu melakukan perhitungan linear. Untuk mencapai efek paralel, sebuah prosesor silikon harus menanam beberapa inti (core) secara paralel.

Saat ini, beberapa komputer berbasis DNA telah dirakit. Salah satunya adalah sebuah prosesor biological transducer, komputer yang dikhususkan untuk memanipulasi kode genetik, yang dibangun tahun 2013 oleh Technion-Israel Institute of Technology sepenuhnya menggunakan DNA dan enzim. Dan, yang terbaru, para ilmuwan dari Nanyang University, Singapore, tengah membangun sebuah sistem GPS berbasis DNA.

Pastinya komputer berbasis DNA tidak akan tersedia dalam waktu dekat. Komputer dengan kekuatan komputasi luar biasa itu mungkin juga tidak akan tersedia untuk sekedar bisa bermain Solitaire. Tapi, segera, komputer ini akan tersedia untuk aplikasi yang menuntut kekuatan komputasi tinggi seperti digital rendering atau sistem penyandi dan pemecah sandi.

Referensi:

http://computer.howstuffworks.com/dna-computer.htm

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Tidak ada yang lebih menakjubkan dari sistem pendidikan dibandingkan dengan betapa besarnya kebodohan yang dilahirkan oleh ditumpuknya hapalan."

Henry Adams