Beruang Besi Terbaru dari Rusia

Armata T-14

Mesin dan Otomotif
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Sejak Perang Dunia II, Rusia telah dikenal sebagai negeri adidaya yang piawai dalam menghasilkan tank yang murah namun handal dan mematikan di medan laga. Tank T-72 yang legendaris itu, yang berhasil memenangi Pertempuran Kursk melawan pasukan Panzer Jerman, pertempuran antar tank terbesar sepanjang masa, masih dipakai oleh beberapa angkatan bersenjata hingga hari ini karena masih cukup handal untuk menangani konflik dalam negeri. Kini, generasi terbaru dari tank "murah-meriah-mematikan" Rusia telah menggelinding keluar pabrik: Armata T-14.

Tank ini pertama kali dipamerkan pada Parade Militer menyambut perayaan 70 tahun kemenangan Rusia atas Jerman pada Perang Dunia II, di Moskow. Merupakan tank semi-robotik, piranti tempur ini adalah bagian dari program militer sepuluh tahun dari pemerintahan Vladimir Putin, yang bernilai USD 391 milyar (sekitar IDR 51 trilyun).

Kendaraan tempur berat yang semula diberi kode T-99 ini memiliki meriam berkaliber 125 mm, yang mampu menembakkan proyektil maupun rudal, untuk menghantam sasaran sejauh 7,5 km. Ia pun memiliki senapan mesin berat 12,7 mm dan 7,62 mm yang dikendalikan dengan remote control. Di samping itu, tank ini diperlengkapi 5 pelontar granat asap di masing-masing-masing sisi, pelontar granat horisontal di bagian depan dan vertikal di bagian belakang.

Monster yang diproduksi oleh pabrik Uralvagonzabod ini diperlengkapi dengan dua jenis sistem pertahanan. Yang pertama adalah sistem penangkal serangan Active Protection. Sistem ini secara aktif memindai ancaman yang datang, dan melontarkan penangkal sesuai sifat dari serangan tersebut. Penangkal ini pada umumnya adalah pengecoh proyektil/rudal/radar. Pertahanan kedua adalah pada pelindung lapis bajanya yang menggunakan sistem Reactive Armor, di mana lapisan pelindung ini dapat bereaksi meredam ledakan sesuai jenis bahan peledak yang dipakai. Salah satu teknik yang dipakai di sini adalah dengan memasang lapisan peledak di tengah lapisan baja. Dengan struktur seperti ini, ledakan rudal atau proyektil penembus baja dapat dinetralisir oleh ledakan balasan dari sistem reactive armor. Saat ini, sistem pelindung reaktif ini hanya dapat dikalahkan apabila penyerang dapat menghantam tempat yang sama dua kali berturut-turut, satu hal yang nyaris mustahil dilakukan sekalipun dalam situasi penyergapan.

Biarpun dipersenjatai dari ujung rambut sampai ujung kaki, T-14 bukanlah raksasa yang lamban. Bobotnya dalam kelengkapan tempur hanya 48 ton, jauh di bawah bobot Challenger 2, tank sekelas dari Inggris, yang mencapai 62 ton dalam kondisi siap tempur. Dapur pacu T-14 menghasilkan 1200 daya kuda dalam kondisi normal, dapat pula ditingkatkan menjadi 1500 daya kuda apabila dibutuhkan. Mesin dengan persneling 8 kecepatan ini dapat melaju sampai kecepatan 80 km/jam; lagi-lagi mengalahkan kecepatan maksimum Challenger 2 yang hanya dapat melaju 48 km/jam.

Rusia merencanakan untuk memproduksi 2300 unit T-14 sampai tahun 2020.

Referensi:

http://www.dailymail.co.uk/news/article-3071233/Putin-s-war-machine-Russia-s-latest-high-tech-tank-puts-West-s-models-shade.html

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Ciri dari sains yang maju adalah pengakuan akan apa yang kita tidak tahu."

Gaston Bachelard