Top Stories

mobil listrik

Energi dan Lingkungan

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Keinginan melihat mobil listrik beroperasi di jalan-jalan Indonesia telah muncul dalam dua periode pemerintahan terakhir. Target utama tentu saja untuk memproduksi mobil listrik dan industri pendukungnya seperti baterai ion-litium made-in Indonesia. Pertama kali ide ini dikemukakan oleh Dahlan Iskan, menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 20121. Tetapi kemudian ide ini tenggelam oleh berbagai isu kontroversial yang menyertainya. Terakhir, Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya terhadap mobil listrik (Kompas2, Republika3, CNN Inodnesia4). Tidak sedikit yang mencibir ide ini dengan berbagai alasan seperti kesinambungan ketersedian baterai ion-lithium sebagai alat penyimpan dan pengubah energi kimia ke energi listrik dan sebaliknya; belum siapnya infrastruktur pengisian ulang baterai; dan masalah pajak impor mobil listrik. Dengan timbul tenggelamnya ide mobil listrik, sangat wajar jika para pemangku kepentingan dalam bidang ini bertanya, apa yang berbeda dalam wacana mobil listrik kali ini, dibandingkan dengan era Dahlan Iskan?

Reaktor Eksperimental di Washington Uni

Energi dan Lingkungan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Banyak orang menolak reaktor nuklir karena takut akan resikonya: kebocoran nuklir dan kesulitan dalam pembuangan limbahnya yang radioaktif. Namun, kebutuhan energi dunia yang makin meningkat tidak akan dapat dipenuhi semata dengan mengandalkan bahan bakar fosil. Untuk itu, sejak 1950-an, para ahli telah berusaha untuk membuat reaktor nuklir yang bersih--dengan resiko radiasi yang sangat kecil, bahkan nyaris tidak ada.

Area 51: Hanggar UFO?

Mesin dan Otomotif

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Semua pecinta teori UFO pasti pernah mendengar tentang Area 51, sebuah fasilitas hanggar super rahasia di Nevada, Amerika Serikat. Area ini dijaga begitu ketat oleh Angkatan Udara AS (USAF) sehingga pelanggaran dapat berbuah tembak di tempat. Pada tahun 2013, pemerintah AS melepaskan status "rahasia" pada dokumen-dokumen terkait Area 51. Ternyata, memang hanggar misterius di Area 51 menyimpan rahasia yang vital bagi kemenangan AS dalam Perang Dingin melawan Uni Sovyet.

Armata T-14

Mesin dan Otomotif

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sejak Perang Dunia II, Rusia telah dikenal sebagai negeri adidaya yang piawai dalam menghasilkan tank yang murah namun handal dan mematikan di medan laga. Tank T-72 yang legendaris itu, yang berhasil memenangi Pertempuran Kursk melawan pasukan Panzer Jerman, pertempuran antar tank terbesar sepanjang masa, masih dipakai oleh beberapa angkatan bersenjata hingga hari ini karena masih cukup handal untuk menangani konflik dalam negeri. Kini, generasi terbaru dari tank "murah-meriah-mematikan" Rusia telah menggelinding keluar pabrik: Armata T-14.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Republik Rakyat Tiongkok dahulu dikenal sebagai "negeri tirai bambu", satu istilah yang menggambarkan negeri ini sebagai tempat yang tertutup dan sangat bernuansa pedesaan. Tentu, nuansa pedesaan nan permai masih terpelihara baik di sebagian besar negeri ini. Namun nuansa padesan ini tidak lagi berarti keterbelakangan. Tiongkok kini telah melakukan lompatan jauh ke depan dalam banyak bidang teknologi. Dan salah satu kebanggan mereka adalah Jalur Kereta Super Cepat yang terbentang di seluruh negeri ini.

Komputer berbasis DNA

Komputasi dan Komunikasi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Komputer yang kita pakai semakin hari semakin cepat dalam memproses data. Demikian kuatnya, sehingga satu ponsel cerdas yang telah tersedia dalam harga sangat murah hari ini, sebenarnya sudah lebih kuat daripada gabungan komputer super yang dipergunakan NASA untuk meluncurkan misi pendaratan ke bulan. Sebagai perbandingan, sistem komputer yang dipasang pada Apollo 11, roket yang mendarat di bulan itu, memiliki RAM 64 kilobyte dan beroperasi dengan kecepatan 0.043MHz. Namun batas kecepatan komputer berbasis silikon akan segera tercapai. Para ahli pun bekerja keras mencari pengganti silikon sebagai bahan dasar pembuatan "otak" komputer.

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.