Fraunhoffer, Anak Miskin Pembuka Jendela ke Bintang-bintang

Joseph Fraunhoffer

Biografi
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Saat ini nama Fraunhoffer lebih dikenal karena Fraunhoffer Institutes adalah salah satu jejaring lembaga penelitian ilmiah terbesar di dunia, dengan lebih dari 70 lembaga riset terkemuka di seluruh dunia. Belakangan ini, mereka menjadi terkenal karena menemukan teknik kompresi audio MP3 dan video MPEG-4 yang sangat populer. Ketenaran institut ini sangat pantas mereka dapatkan mengingat tokoh yang mereka sematkan secara hormat sebagai namanya: Joseph Fraunhoffer.

Joseph Fraunhofer dilahirkan sebagai anak seorang empu kaca yang miskin di Bavaria, di tahun 1787. Ayahnya begitu miskin sehingga tidak sanggup menyekolahkan anak-anaknya, dan Joseph kecil pun tidak punya pilihan selain mulai bekerja di bengkel ayahnya sejak usia 10 tahun. Setahun berikutnya, ayahnya meninggal. Untuk bertahan hidup, dia lantas magang pada seorang empu kaca yang kejam, Philipp Anton Weichelsberger. Tuan Weichelsberger menarik keuntungan besar dari para pekerjanya dengan mengabaikan semua aspek keselamatan pada bengkel kerjanya. Weichelsberger pun memperlakukan para pekerjanya laksana budak. Tahun 1801, bengkel itu runtuh dan mencelakakan banyak pekerja, termasuk Fraunhofer.

spektrum-bintangEntah karena nasib atau hal lainnya, Putra Mahkota Bavaria, Maximillian IV, tengah berada di dekat situ ketika bengkel itu runtuh. Sang Pangeran merupakan satu keunikan dalam masyarakat feudal Eropa kala itu, karena dia sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya--tidak seperti kaum bangsawan Eropa lain yang gemar berfoya-foya. Beliau sendirilah yang membopong Fraunhofer keluar dari puing-puing.

Hari naas itu mendadak berubah menjadi hari di mana keberuntungan Fraunhofer berbalik. Sang Putra Mahkota tergerak hatinya mendengar kisah si anak malang, lalu memberi cukup uang untuk membebaskan Fraunhofer dari "perbudakan". Lima tahun kemudian, Fraunhofer diterima di Munich Philosophical Instrument Company, satu perusahaan penghasil lensa paling ternama masa itu. Di perusahaan ini, Faunhofer maju pesat karena keahliannya mengasah kaca. Dia segera dipercaya untuk membuat lensa pesanan dari kalangan kelas satu di Eropa.


Ketika mengerjakan pesanan lensa kelas premium inilah Fraunhofer membuat penemuannya yang paling gemilang: spektrografi. Untuk menguji tingkat kepekaan lensa, ia biasa memakai sinar lilin. Satu hari dia memutuskan untuk menggunakan sinar matahari. Pada saat itulah dia mendapati bahwa dalam spektrum sinar matahari terdapat garis-garis hitam. Dalam perhitungan Fraunhofer, terdapat 574 garis hitam, baik tebal maupun tipis dalam spektrum itu.

Penyelidikannya lebih lanjut terhadap fenomena ini menghasilkan fakta bahwa sinar yang berasal dari bulan dan planet-planet menghasilkan pola garis yang identik dengan sinar matahari--sementara yang berasal dari bintang-bintang menghasilkan pola yang berbeda-beda satu sama lain. Dia mulai mempelajari pola garis yang dihasilkan ketika berbagai unsur dipanaskan sampai titik pijar. Ditemukanlah spektrografi--ilmu untuk mengetahui susunan kimia dari bintang-bintang hanya dengan memeriksa pola garis hitam pada spektrum yang dihasilkannya.

Masih dibutuhkan beberapa generasi ilmuwan sebelum ilmu ini berkembang penuh, dan kini menjadi salah satu dasar dari fisika perbintangan.

Berkat keahliannya, Fraunhofer diberi gelar doktor kehormatan dari Universitas Erlangen di tahun 1822, lalu diangkat menjadi bangsawan melalui Merit Order of the Bavarian Crown di tahun 1824. Dia wafat pada usia muda, 39 tahun, akibat keracunan logam berat dari proses pembuatan kaca dan lensa yang ditekuninya seumur hidupnya.

Referensi:

http://www.madehow.com/inventorbios/43/Joseph-von-Fraunhofer.html

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Sains tidak kenal negara, karena pengetahuan adalah milik seluruh umat manusia, suluh yang menerangi dunia."

Louis Pasteur