Cecilia Payne, Perempuan Peletak Dasar Astronomi Modern

Cecilia Payne

Biografi
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Manusia pernah mengira Matahari itu Dewa. Orang juga pernah mengira Matahari punya satu "tempat" di mana ia akan tenggelam di kala sore dan terbit lagi di kala fajar. Perlahan, Ilmu Pengetahuan menyingkap misteri tentang Matahari. Sains pertama-tama mengungkap bahwa Bumilah yang mengelilingi Matahari, bukan sebaliknya. Lalu jarak dari Bumi ke Matahari diketahui. Tapi baru di tahun 1926 umat manusia benar-benar memahami apa itu Matahari. Dan seorang perempuanlah yang menyingkap fakta itu: Cecilia Payne.

Cecilia Payne dilahirkan tanggal 10 Mei 1900 di Wendover, Inggris. Dia adalah putri sulung dari pasangan Edward John dan Emma Leonora Helena Payne. Sejak kecil ibunya telah memperkenalkan dia pada karya sastra klasik semacam Homer. Pada usia 12 tahun, dia telah dapat membaca bahasa Latin, serta fasih berbahasa Perancis dan Jerman. Ketika masih bersekolah di sekolah dasar, dia telah mulai membaca karya-karya Isaac Newton, Thomas Huxley, dan Emmanuel Swedenborg.

Tidak heran kalau dia diterima di Newnham College, Cambridge University dengan beasiswa penuh pada usia 19 tahun. Cecilia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada usia 23 tahun, namun tidak mendapatkan gelar apapun karena, di jaman itu, perempuan tidak diperbolehkan menggenggam gelar akademik. Beruntunglah dia karena di Amerika Serikat, seorang ilmuwan (laki-laki) sangat memperhatikan nasib kaum perempuan dalam dunia sains. Berkat beasiswa dari Edward Charles Pickering, Cecilia diterima di Harvard Observatory di Boston. Di sinilah Cecilia menyelesaikan studi doktoralnya, sekaligus membuat penemuan yang mengguncang dunia astronomi pada masanya.

Di tahun 1925, Cecilia mulai proses studi dan magangnya di Boston Observatory, di mana dia bekerja bersama Annie Jump Cannon, seorang ilmuwan perempuan yang juga merupakan "anak asuh" Pickering. Annie mengerjakan katalog bintang dan, berkat katalog itu, Cecilia berhasil memahami bahwa spektrum bintang (sebagaimana ditemukan oleh Fraunhoffer) menunjukkan komposisi kimia dari bintang yang bersangkutan.

Cecilia mengajukan kesimpulannya dalam tesis doktoralnya yang diberi judul Stellar Atmosphere" di tahun 1926. Namun dia ragu, karena dia menyimpulkan bahwa Matahari sebagian besar terdiri dari Hidrogen dan Helium--bertentangan dengan pendapat para ilmuwan (yang di masa itu nyaris semuanya laki-laki). Dia terutama mendapat tentangan dari seorang astronom ternama masa itu, Henry Norris Russell, sehingga dia terpaksa mengubah isi tesisnya agar tak terlalu berlawanan dengan pendapat mayoritas. 

Baru empat tahun kemudian Henry Russel menyadari bahwa kesimpulan Cecilia tepat. Sayangnya, karena Russell-lah yang mengumumkan kesimpulan ini, Cecilia pun terpinggirkan dari sejarah. Sekalipun rekan kerjanya, Donald Menzel, ketika menjabat Direktur Boston Observatory, mengangkat Cecilia sebagai Profesor dan Direktur Jurusan Astronomi Harvard, ini tidak banyak membantu Cecilia untuk mendapat pengakuan.

Sekalipun tanpa tanda jasa, Cecilia tetap produktif dalam penelitiannya. Setelah menikah dengan seorang ilmuwan Rusia, Sergei Gaposchkin, di tahun 1934 dia semakin produktif. Dari tahun 1925 sampai meninggalnya di tahun 1979, ilmuwan perempuan yang gemar merajut, menjahit dan membaca ini telah melahirkan 315 karya ilmiah--termasuk karya gemilang tentang observasi mengenai Galaksi Magellan, yang dibuatnya bersama suaminya. Dia melahirkan tiga orang anak, Edward, Katherine dan Peter. Dari ketiga anaknya, yang bungsulah yang meneruskan minat sang ibu pada fisika dan astronomi.

Mendekati akhir masa hidupnya yang produktif, di tahun 1977, sebuah planet minor yang terletak di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, yakni planet 1974 CA, diberi nama sesuai nama keluarga Cecilia. Sekarang planet minor itu dikenal sebagai 2039 Payne-Gaposchkin. Sebuah penghiburan kecil dari dunia sains terhadap seorang perempuan yang masih tetap kurang dikenal pencapaiannya dalam dunia astronomi.

Referensi:

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Sebuah pemikiran yang benar mungkin muncul di waktu yang keliru."

John Dalton