Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Gejala peningkatan vote-absenteeism, atau yang di sini sekarang lebih dikenal sebagai "golput", terjadi paralel secara global dengan peningkatan gerakan politik yang berlandaskan pada diksriminasi, kebencian atau agresi. Tidak heran jika para ilmuwan politik berusaha menemukan hubungan di antara keduanya. Dan, hasilnya lumayan dapat diduga: kedua gejala ini lahir dari rahim yang sama. Mereka berdua adalah kakak-beradik, hanya berbeda ekspresi.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Katakan Tidak pada Profil Palsu

Kita baru mendengar tentang tertangkapnya banyak pegiat hoax yang tergabung dalam sebuah grup bernama Saracen. Pemberitaan media menyebutkan bahwa grup ini memiliki sekurangnya 400.000 akun palsu untuk menyebarkan berita hoax yang mereka produksi. Mengapa harus sekian banyak? Kalau berita palsu itu menyebar di kalangan akun palsu mereka sendiri, bukankah tidak ada bahayanya? Tapi, persis di sinilah apa yang disebut Bandwagon Effect bermain.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Kemacetan Jakarta

Apakah ada manusia di atas bumi yang hijau ini, yang bersuka hati ketika terjebak dalam kemacetan? Kemungkinan besar, tidak ada. Jutaan orang di hampir setiap kota besar di dunia ini, yang pernah terjebak dalam kemacetan, pasti dapat bersaksi tentang emosi, stress dan konflik yang pecah sepanjang sejarah mereka “menikmati” kemacetan. Bahkan di negeri berkembang seperti Indonesia, masalah kemacetan di kota besar dan kecil telah sedemikian parahnya sampai menjadi masalah politik. Namun demikian, Matthias Sweet, seorang periset pada the McMaster Institute for Transportation and Logistics di McMaster University, California, menyatakan bahwa kemacetan itu memiliki dampak positif.

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Ilmuwan bukanlah orang yang memiliki jawaban yang tepat. Ia adalah orang yang mengajukan pertanyaan tepat."

Claude Levi-Strauss