Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Terorisme tidak kenal agama!

Ledakan bom di Sarinah, Kamis lalu, 14 Januari 2016, menimbulkan beragam reaksi. Dari mulai yang sedih dan pedih, sampai yang lantang menantang balik para teroris. Tapi pertanyaan terpenting yang harus kita ajukan adalah: bagaimana ceritanya seseorang bisa jadi teroris? Bagaimana seseorang bisa begitu tega mencabut nyawa orang lain, bahkan dengan membahayakan diri sendiri?

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pendidikan anak adalah pondasi

Seorang anak bagaikan kertas putih bersih. Akan menjadi apa si anak kelak, tergantung pendidikan yang diberikan padanya. Pendidikan itulah yang akan menorehkan tinta kasih-sayang, atau kemurkaan, atau keuletan, atau keingintahuan, atau ketidakpedulian. Sebulan yang lalu, Mei 2015, American Psychological Association mengeluarkan hasil penelitian ekstensif mereka atas sistem pendidikan Amerika, dan menggariskan duapuluh prinsip bagi pendidikan dasar. Penelitian ini dibuat guna menghasilkan pengajaran yang efektif dan menggairahkan semangat belajar siswa.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Like or dislike?

Orang-orang yang menulis status Facebook tentang pasangannya atau kehidupan cintanya, sangat mungkin memiliki kepercayaan diri yang rendah; sementara mereka yang membanggakan prestasinya biasanya adalah narsis. Demikian kata para peneliti dari Brunel University, London.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Jabat erat dengan maaf

Setiap sistem kepercayaan yang pernah dan masih ada di muka bumi mengakui bahwa tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan. Bahkan agama-agama menyandarkan alasan keberadaan mereka pada layanan 24x7 untuk menyediakan pengampunan bagi kesalahan itu. Agama-agama menjanjikan bahwa Sang Sesembahan adalah Yang Maha Pengampun. Sayangnya, sekalipun menyembah Yang Maha Pengampun, manusia sulit sekali memaafkan manusia lain. Dendam bisa berlangsung tujuh puluh atau tujuh ratus turunan. Mengapa manusia sulit sekali memaafkan manusia lain?

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Sains adalah obat penawar bagi racun takhayul."

Adam Smith