Bakteri dan Ganggang, Harapan Manusia di Mars

Cyanobacteria

Kimia dan Kehidupan
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Manusia telah bermimpi pergi ke Mars sejak dua abad lalu. Kini kemungkinan itu terbuka lebar, sejak mendaratnya Viking dan Pathfinder di sana. Namun demikian, masih ada satu hambatan besar: tiadanya oksigen di Mars. NASA kini berharap bakteri dan ganggang bisa mengatasi halangan ini.

Komoditi paling berharga di angkasa luar adalah oksigen, unsur yang kita hirup untuk menjaga tubuh kita tetap hidup. Setiap misi luar angkasa niscaya terbatasi jangka waktunya oleh seberapa banyak oksigen yang dapat dibawa. Ini adalah hambatan besar untuk ambisi umat manusia agar bisa tinggal di Mars.

Namun ada harapan. Para ilmuwan di NASA kini mencoba untuk meminta tolong pada organisme yang telah memproduksi oksigen selama sekurangnya 3,5 milyar tahun terakhir: bakteri dan ganggang. Kenyataannya, seluruh umat manusia harus berterima kasih pada satu jenis bakteri yang disebut cyanobacteria; karena tanpa mereka, atmosfer bumi tidak akan mengandung cukup oksigen untuk berkembangnya mahluk bersel banyak--termasuk manusia.

Diagram Lintang Cyanobacteria
Sebagaimana Mars saat ini, pada awalnya atmosfer bumi mengandung banyak CO2. CO2 adalah gas yang diproduksi oleh aktivitas volkanik, dan sebuah planet muda memproduksi begitu banyak aktivitas volkanik pada masa pembentukannya. Sebagai akibatnya, lebih dari 90% dari atmosfer bumi 4,5 milyar tahun lalu terdiri dari CO2. Di bawah kondisi inilah cyanobacteria berkembang. Ia adalah organisme yang hidup dengan menghirup CO2 dan membuang oksigen sebagai limbah proses pembakaran dalam tubuhnya. Dengan demikian, cyanobacteria mengikat CO2 di atmosfer, mengubahnya menjadi energi hidup, lalu menambah kadar oksigen di udara. "Tarik-ulur" antara aktivitas volkanik (yang memasok CO2) dan aktivitas fotosintesis cyanobacteria (yang memasok O2) berlangsung lebih dari semilyar tahun. Dan, syukur pada semesta, cyanobacteria memenangkan "pertarungan" ini sekitar 2,5 milyar tahun lalu. Pada titik inilah terjadi ledakan oksigen di atmosfer bumi.

Ledakan Oksigen inilah awal dari kehidupan bumi sebagaimana yang kita kenal sekarang. Keberadaan O2 di atmosfer menyediakan bahan baku untuk terbentuknya ozon (O3), yang merupakan hasil oksidasi oksigen oleh sinar ultraviolet matahari. Pada gilirannya, ozon membentuk satu lapisan pelindung untuk mencegah lolosnya molekul H2O ke luar angkasa, memungkinkan bumi tetap berlimpah dengan air. Oksigen, air dan karbon, inilah unsur-unsur dasar untuk membangun mahluk hidup di atas bumi sebagaimana yang kita kenal sekarang.

mars-landscape-with-astronaut
NASA telah menjalin kerja sama dengan satu perusahaan teknologi Techshot, untuk keperluan ini. Saat ini mereka telah membangun "Mars Room" untuk mensimulasi kondisi tanah dan atmosfer Mars, guna mencari kemungkinan memproduksi oksigen di sana. NASA berencana membangun biodome untuk menumbuhkan cyanobacteria dan memproduksi oksigen di Mars. Dengan biodome seperti ini, satu misi di Mars bisa berlangsung bertahun-tahun.

Di samping itu, NASA juga tengah mengembangkan satu proses untuk memproduksi serat karbon, menggunakan cyanobacteria. Serat karbon adalah salah satu material paling ringan dan kuat; yang sangat cocok untuk sebuah misi luar angkasa. NASA berencana membangun pula satu pusat produksi material di Mars, guna memberi misi ke Mars kapasitas untuk mengembangkan sendiiri misi mereka dan melakukan reparasi sendiri di mana perlu.

Begitu banyak jasa cyanobacteria bagi umat manusia, NASA masih merencanakan satu proyek lagi: menggunakan cyanobacteria sebagai pupuk untuk memungkinkan manusia bercocok tanam dengan tanah di Mars. Tanah Mars tidak mengandung banyak unsur yang dibutuhkan tumbuhan bumi untuk hidup. Cyanobacteria dapat membantu mengekstrak unsur-unsur itu dari batuan balsatik yang banyak terdapat di permukaan Mars. Jika proyek ini berhasil, sebuah koloni manusia di Mars bisa menjadi kenyataan.

mars-landscape

 

Referensi:

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Sebuah pemikiran yang benar mungkin muncul di waktu yang keliru."

John Dalton