Masa Subur Bikin Perempuan Lebih Cantik

Beauty is in the eye of the beholder

Kimia dan Kehidupan
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Kadangkala kita tidak percaya diri dalam mencari pasangan. Ketika melirik bayangan kita pada cermin, ada saja hal yang kita anggap kurang. Banyak dari kita menghabiskan porsi besar dari penghasilan kita untuk kosmetika; berusaha tampil lebih cantik dengan menutupi kekurangan itu. Tapi, bagi perempuan, ada kabar baik: setidaknya beberapa hari dalam sebulan, yakni di masa subur, tiap perempuan menjadi lebih cantik secara alamiah.

Dalam dunia hewan, yang memelihara kelangsungan hidup spesiesnya melalui perkawinan, pemilihan waktu kawin sangatlah penting. Diperlukan energi yang sangat besar untuk menghasilkan sel reproduktif. Tidak ada mahluk hidup yang ingin menyia-nyiakan energi itu dengan melakukan proses perkawinan pada waktu yang tidak tepat. Pada hewan, resiko ini diperberat dengan kenyataan bahwa ritual kawin membuat mereka rentan terhadap pemangsa.

Oleh karenanya, Ibu Bumi memberi kemampuan bagi mahluk hidup untuk melakukan ritual kawin dalam waktu yang tepat. Dan Sang Ibu menganugerahkan kemampuan pengaturan ini pada perempuan. Kebanyakan hewan memiliki musim kawin, yang selalu diawali dengan terpicunya para betina untuk mengeluarkan hormon tertentu guna memancing para jantan. Bahkan, di antara hewan-hewan yang hidup dalam kawanan, penanda bau ini sangat penting--seperti pistol start yang ditembakkan agar para pelari mulai melesat untuk menyelesaikan lomba.

Dunia manusia tidak mengenal musim kawin. Setiap saat, setiap waktu, laki-laki dan perempuan dapat melakukan perkawinan. Tentu saja norma sosial mencegah perkawinan terjadi di mana saja dan kapan saja, tapi manusia mampu melakukannya. Hanya saja, bagaimana memastikan bahwa ritual kawin benar terjadi saat perempuan mengalami masa subur?

Pada manusia, penglihatan adalah salah satu indera terkuat; dan jelas lebih kuat daripada penciumannya. Oleh karenanya, tidaklah terlalu mengherankan bahwa kaum perempuan "memaklumatkan" masa subur mereka melalui sesuatu yang dapat dilihat. Ketika seorang perempuan memasuki masa subur, bibirnya menjadi lebih penuh, pupil matanya mengecil, lingkar pinggangnya mengerut hampir 1,5 cm, aroma alami tubuhnya menjadi lebih harum, sementara telinga, jemari dan payudaranya menjadi lebih simetris.

Saat subur, seorang perempuan juga tampil lebih seksi. Ia mungkin memilih pakaian yang lebih menonjolkan bentuk tubuhnya. Gerak-geriknya juga lebih menarik perhatian laki-laki, karena ia cenderung lebih menggerakkan pinggul ketika berjalan.

Perasaannya juga lebih peka. Seorang perempuan memiliki kemampuan lebih tajam untuk menilai laki-laki secara seksual, sekaligus untuk menghindari bahaya yang mungkin mengancamnya saat berada di tengah keramaian. Ini semua dimungkinkan karena, saat subur, otak perempuan mengalami pemuaian pada bagian yang berhubungan dengan kecerdasan spasial dan pengenalan wajah.

Jika seorang perempuan kesulitan mendapatkan pasangan, tips dari Ibu Bumi adalah: lakukanlah pendekatan ketika sedang subur.

Referensi:

http://www.1flesh.org/9-reasons-ovulat/

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Jika hanya tersedia sedikit fakta, orang akan makin kuat beropini."

Arnold H. Glasgow