Citius, Altius, Fortius: Hewan-hewan Pemegang Rekor Dunia

Cheetah, dilahirkan untuk berlari

Evolusi
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Kita manusia saat ini menguasai dunia karena kecerdasan kita. Tapi kita harus terima bahwa, secara fisik, kita tidak ada apa-apanya dibandingkan kemegahan alam di sekitar kita. Berikut ini adalah hewan-hewan luar biasa yang dapat dengan mudah mempermalukan para atlet profesional. Inilah para pemegang rekor yang sejati di atas planet kita.

Citius

Peregrine-Falcon
Pemegang rekor kecepatan secara mutlak adalah elang peregrin. Elang Peregrin (Falco peregrinus) berasal dari keluarga Falconidae, yang berbangga diri dengan kekuatan dan kecepatan mereka. Tapi di antara para elang, peregrin tak tertandingi terutama ketika melakukan manuver tukikan. Elang peregrin dapat menukik dengan kecepatan 320 km/jam, menyamai rekor kecepatan mobil Formula I dalam balapan resmi. Bahkan, pencatatan yang dilakukan National Geographic menyebutkan bahwa elang peregrin dapat mencapai kecepatan 389 km/jam. Dengan melipat kedua sayap, membuat tubuhnya sepenuhnya aerodinamis, dan memanfaatkan grafitasi bumi, elang peregrin dapat memburu burung manapun yang ingin dimangsanya. Untuk melindungi pernapasan dan penglihatannya selama tukikan dengan kecepatan begitu tinggi, elang peregrin menerima manfaat evolusi dari tonjolan pelindung, pada lubang hidungnya, dan kelopak mata tambahan yang transparan dan dipakainya selama menukik. Sebagaimana biasanya dalam keluarga Faconidae, elang peregrin bersifat monogamis (hanya satu pasangan seumur hidup).

Sailfishes 4008-4W
Di air, ceritanya lain lagi. Di air, tidak ada yang dapat menandingi kecepatan ikan layar (Istiophorus albicans). Sebagaimana namanya, ikan yang masuk keluarga todak ini memiliki sirip yang menyerupai layar di punggungnya. "Layar" ini dapat dilipat jika tidak sedang melakukan manuver berkecepatan tinggi. Namun, jika terancam bahaya ataupun tengah memulai perburuan, "layar" ini akan terkembang dan ikan ini akan melaju sampai kecepatan 111 km/jam. Ikan layar memiliki jejalur beraneka warna di tubuhnya, yang dapat ia ubah warnanya sebagai cara untuk membingungkan predator/mangsanya. Para ahli pun menduga bahwa perubahan warna ini merupakan salah satu cara ikan layar berkomunikasi satu sama lain. Mereka menggunakan kecepatannya baik untuk lari dari pemangsa, maupun untuk "menubruk" mangsanya. Biasanya, ikan layar berburu secara berkelompok. Mereka mengurung sekawanan ikan agar membentuk satu bola. Bergantian, ikan-ikan layar akan melesat ke dalam bola ini, memingsankan beberapa ikan dengan tubrukan berkecepatan tinggi. Sebagaimana keluarga ikan todak, ikan layar memiliki semacam tombak di kepalanya, namun kegunaan pasti dari tombak ini belumlah dapat dipastikan.

Running-cheetah
Dan, di darat, tentunya tidak ada yang menandingi kecepatan seekor cheetah. Cheetah adalah puncak evolusi kecepatan di atas permukaan tanah. Ia memiliki paru-paru dan jantung ekstra besar untuk memasok ledakan tenaga yang diperlukan untuk sebuah ledakan kecepatan. Sekitar 70% dari tubuhnya terdiri dari serat otot yang disebut MHC IIx; dalam bahasa awam disebut serat "super cepat". Sebagai perbandingan, sprinter tercepat di dunia manusia hanya memiliki 25% kandungan serat otot super cepat ini. Cheetah juga memiliki bantalan kaki yang keras dan kuku yang tak dapat ditarik, sehingga telapak kakinya berfungsi seperti sepatu khusus berpaku untuk lari cepat. Ekornya yang berotot berfungsi sebagai kemudi, menyeimbangkan momentum tubuhnya ketika berlari. Seekor cheetah dapat meraih kecepatan maksimal 113 km/jam, melaju dari nol ke 100 km/jam dalam 3 detik. Kecepatan ini berperan besar dalam kesuksesannya menangkap mangsa, lebih dari 50% pengejarannya berbuah manis. Ini lebih tinggi daripada tingkat kesuksesan perburuan harimau (10%) atau kawanan singa (30%). Namun demikian, tubuh cheetah yang ramping membuatnya sering tidak mampu mempertahankan buruannya dari perampasan predator lain yang lebih kuat, seperti singa atau dubuk.

Altius

cougar-leaps400
Untuk para pelompat, ada dua kategori yang perlu dipenuhi. Untuk lompatan absolut, jarak tertinggi yang dapat diraih dengan sekali lompat, rekor dipegang oleh puma (Puma concolor). Puma, yang juga dikenal sebagai cougar atau singa gunung, dapat melompat setinggi 5,5 meter untuk menyergap mangsa yang berada di tebing tinggi. Ini dimungkinkan oleh otot kaki belakangnya, yang merupakan otot terkuat di seantero keluarga kucing besar. Fakta menarik dari hewan ini adalah bahwa indera penciumannya kurang baik, dibandingkan keluarga kucing pada umumnya. Ia berburu nyaris semata mengandalkan penglihatannya, yang memiliki daya tangkap tertajam di dalam gelap. Inilah yang menyebabkan puma nyaris hanya berburu di malam hari.

dog-flea
Kucing besar boleh pegang rekor untuk lompatan absolut. Namun, untuk lompatan relatif, rekor dunia dipegang oleh kutu anjing (Ctenocephalides canis) yang dapat melompat setinggi 25 cm. Itu adalah 200x panjang badannya sendiri! Jika kutu itu sebesar manusia, ia akan dapat dengan mudah melompat ke puncak Monumen Nasional di Jakarta. Lompatan dahsyat ini dimungkinkan oleh struktur kaki belakang mereka yang berfungsi seperti pegas dan pengungkit sekaligus. Ototnya mampu menyimpan energi potensial yang luar biasa besar, seperti pegas; dan, begitu ia akan bergerak, ia mengungkit dirinya naik menggunakan energi tersimpan itu.

ruppell's vulture
Dan, di udara, raja penerbang tertinggi adalah burung hering Ruppell (Gyps rueppelli). Ia tercatat dapat terbang pada ketinggian 11.300 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian semacam itu, kadar oksigen dalam udara sudah sangat tipis. Hering Ruppell memiliki jenis hemoglobin (sel darah merah) khusus yang memungkinkannya menyerap oksigen dengan sangat efisien, bahkan di ketinggian ekstrim macam itu. Ia dapat terbang non-stop selama 6-7 jam sehari untuk mencari makan, menjelajah radius 150 km dari sarangnya.

Fortius

African-bush-elephant
Sebagaimana halnya ketinggian, dalam hal kekuatan kita juga harus membagi dua kategori: absolut dan relatif. Secara absolut, tentu saja tak ada yang mengalahkan kekuatan seekor gajah Afrika (Loxodonta africana). Hewan darat terbesar ini dapat mengangkat beban seberat 9 ton. Dengan belalainya saja, yang mengandung 40 ribu otot, gajah Afrika dapat mengangkat beban seberat 2 kuintal.

taurus-scarab
Walau demikian, secara relatif, hewan terkuat di dunia adalah sejenis kumbang tinja yang disebut taurus scarab (Onthophagus taurus). Kumbang sepanjang 1 cm ini dapat mengangkat beban sebesar 1.141x berat tubuhnya sendiri. Ini setara dengan seorang manusia yang dapat mengangkat enam bus bertingkat sekali jalan. Kumbang ini memiliki ritual kawin yang cukup unik, di mana kumbang terkuat memiliki hak untuk kawin berkali-kali dengan betinanya; sementara sang betina biasanya memberi kesempatan kumbang yang kurang kuat (atau berukuran lebih kecil) untuk kawin sekali saja dengan dirinya. Jadi di antara kumbang O. taurus ini, kumbang yang lebih kuat biasanya ditandai dengan adanya semacam tanduk pada kepalanya; sementara kumbang yang kurang kuat biasanya memiliki gonad (semacam testis pada serangga) yang lebih besar. Baru-baru ini ditemukan bahwa kumbang tinja sangat berguna sebagai pengganti pupuk kimia, terutama di pertanian campuran (di mana ternak dipelihara di areal tanam). Ini karena kumbang-kumbang ini memecah tinja menjadi molekul kimia yang sangat bergizi bagi tanah. Satu percobaan di distrik Gore, Southland, Selandia baru, telah menunjukkan hasil memuaskan dari pelepasan kumbang tinja ini ke areal peternakan campuran.

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Kekerasan adalah garis pertahanan terakhir dari Kebodohan."

Isaac Asimov