Republik Tlaxcala, Republik Pertama di Benua Amerika

Mural di Reruntuhan Tlaxcala

Sejarah dan Arkeologi
Typography

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Abad ke-16, Eropa tengah mengalami jaman pencerahan. Para filsuf sedang mempertimbangkan sebuah negara dengan pemisahan kekuasaan, sebuah alternatif atas sistem kerajaan feudal Eropa. Pemikiran-pemikiran klasik Yunani tentang Republik pun dibangkitkan kembali. Namun, ketika orang-orang Eropa baru berandai-andai tentang sebuah republik, sebuah negara kecil di Amerika Tengah telah menerapkannya di abad ke-14.

Tentu saja Republik Tlaxcala tidaklah seperti republik modern: dipimpin seorang presiden, yang dipilih dalam pemilihan umum. Bahkan, kepemimpinan tertinggi republik ini tidaklah berada di tangan satu orang, melainkan dipegang oleh sebuah Dewan yang terdiri dari 50-200 orang teuctli, atau pemangku jabatan publik. Pemangku jabatan publik ini dipilih oleh Dewan dengan mempertimbangkan prestasi individual dalam pelayanan publik--terutama dalam perang; sehingga baik rakyat jelata maupun keturunan bangsawan dapat terpilih.

Tlaxcala terletak di dataran tinggi Mexico tengah, dan telah mengenal peradaban sejak setidaknya tahun 1700 SM. Kawasan pegunungan ini bergantian dihuni oleh bangsa Tzompantepec , Tlatempa, Texoloc, Olmec Xicalanca, Chichimeca dan, yang terakhir tiba di abad ke-14, Tlaxcala. Tlaxcala adalah bangsa berbahasa Nahua; mereka masih satu keturunan dengan bangsa Aztec namun, karena sebab yang belum diketahui, mereka bertahan untuk tidak bergabung dengan Imperium Aztec yang saat itu tengah berkembang pesat.

Bukan saja orang-orang Tlaxcala mempertahankan independensi mereka, negara yang mereka dirikan juga terlibat perang berkepanjangan dengan Imperium Aztec. Bangsa Tlaxcala sangat tangguh dalam peperangan, terbukti Imperium Aztec tidak sanggup menjatuhkan mereka bahkan setelah berperang selama dua abad lebih. Namun, sebagai akibat dari perang berlama-lama ini, Republik Tlaxcala mengalami isolasi yang parah secara ekonomi-politik karena hampir semua tetangganya telah dicaplok oleh Imperium Aztec. Permusuhan turun-temurun ini, pada gilirannya, merupakan satu faktor yang mendorong orang Tlaxcala beraliansi dengan pasukan Spanyol untuk menjatuhkan Imperium Aztec.

Struktur kekuasaan Republik Tlaxcala mengambil bentuk trias-politika, walau pembagiannya tidak tepat sama dengan trias-politika modern dari Eropa. Dewan yang disebut di atas merupakan kekuasaan tertinggi, yang sejajar fungsinya dengan Dewan Legislatif modern. Sementara kekuasaan eksekutif dan yudikatif digabung menjadi satu "kantor", dan sebagai pelengkap trias politika versi mereka, ditunjuklah para penguasa militer.

Republik Tlaxcala dapat dibilang adalah sebuah negara federasi, di mana empat negara bergabung dalam republik ini: Tepectipac, Ocotelulco, Tizatlán and Quiahuixtlán; masing-masing dipimpin seorang tlatoani. Pada saat kedatangan orang-orang Spanyol di Mexico, tlatoani Ocotelulco adalah pejabat administratif tertinggi, dengan tlatoani Tepeticpac sebagai wakilnya; sementara tlatoani Tizatlan adalah panglima militer. Jabatan ini bukan merupakan jabatan tetap, bisa berpindah tangan, dan tidak dapat diwariskan.

Berbeda pula dengan Imperium Aztec (dan sebagian besar peradaban Amerika Tengah kuno lainnya), bangsa Tlaxcala tidaklah membangun piramida. Semua acara publik mereka, termasuk ritual agama, dilakukan di alun-alun pusat; di mana tidak ada perbedaan status yang mencolok antara penguasa dan rakyatnya. Bahkan mereka juga tidak membangun makam megah bagi para pemimpin. Makam para pemimpin memang dapat dibedakan dari makam rakyat jelata, karena diperlengkapi dengan kuil kecil; namun mural yang ditorehkan di sana tidaklah menggambarkan pemujaan terhadap individu pemimpin tersebut--hanya puja-puji bagi dewa mereka: Tlaloc, Quetzalcoatl and Tezcatlipoca.

Demi mempertahankan republik mereka inilah bangsa Tlaxcala mengikat aliansi dengan Spanyol untuk menghancurkan Imperium Aztec. Berkat bantuan besar yang mereka berikan pada pasukan pendudukan Spanyol, orang-orang Tlaxcala menikmati status istimewa di bahwa pemerintahan kolonial Spanyol. Namun demikian, bersama dengan bebasnya mereka dari cengkeraman Imperium Aztec, berakhir pulalah riwayat Republik Tlaxcala. Sejak runtuhnya Imperium Aztec di awal abad ke-16, Republik Tlaxcala pun menyerahkan kemerdekaannya untuk menjadi bagian dari tanah jajahan Imperium Spanyol.

Referensi:

http://www.famsi.org/reports/06082/

 

Silakan berlangganan pada layanan Newsletter kami, untuk mendapatkan kabar apabila ada artikel baru yang diunggah.

"Kita sekarang tengah terancam bahaya oleh kebodohan dan kerakusan kita sendiri."

Stephen Hawking